Pilih Kedokteran Atau Engineering?


Jurusan Kedokteran dan Engineering telah menjadi pilihan konvensional para siswa, berkat banyaknya peluang dan prospek pekerjaan yang sangat besar yang dimiliki oleh kedua jurusan tersebut. Bagi kalian yang merasa masih bimbang dengan kedua jurusan tersebut, sangat penting bagi kalian untuk melakukan introspeksi, mendengarkan suara batin dan menganalisis kedua jurusan tersebut dengan hati-hati untuk mengambil keputusan yang tepat.

Masa-masa belajar di SMA adalah salah satu pengalaman awal siswa untuk mulai mengenali minat dan bakat yang dimilikinya , tetapi setelah menyelesaikan ujian sekolah, kesulitan sesungguhnya dimulai. Dengan beragam subjek yang tersedia, menjadi sangat sulit untuk membidik disiplin tertentu di jenjang universitas. Kedokteran vs Engineering menjadi jurusan yang paling populer dan banyak diminati, para calon biasanya menghadapi dilema yang harus dihadapi oleh bidang-bidang ini. Ini adalah keputusan penting yang dapat membuat atau menghancurkan program profesional siswa.

Dilema antara Kedokteran vs Engineering

Jika kita membandingkan dua profesi Kedokteran dengan Engineering, program B.Tech atau Bachelor of Technology dari jurusan Engineering membutuhkan empat tahun untuk membantu siswa dalam meraih pekerjaan dengan gaji layak setelah mereka lulus. Dalam hal kedokteran, siswa harus bekerja keras selama delapan hingga sembilan tahun yang mencakup 4,5 tahun MBBS, satu tahun magang dan tiga tahun spesialisasi di bidang tertentu. Hanya setelah seluruh proses inilah mahasiswa kedokteran mulai mendapatkan penghasilan dengan baik.

Namun, aspek 'keluhuran' yang membuat profesi medis terus menjadi favorit. Tingginya kesembuhan pasien dan menyelamatkan nyawa menggoda siswa untuk membangun karier di bidang ini. Kepuasan batin yang didapat seseorang dari menjadi penyelamat kehidupan orang lain adalah sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan oleh uang.

Juga, peluang untuk menciptakan karir yang jauh lebih terkenal lebih mudah dalam profesi medis. Pertama, ini benar karena sifat pekerjaan dan kebaikan yang lebih besar dilakukan sebagai praktisi medis. Kedua, jumlah insinyur yang lulus setiap tahun lebih tinggi dari jumlah pekerjaan yang tersedia. Dokter, di sisi lain, dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah karena jumlah lulusan perguruan tinggi yang baik terbatas dan kebutuhan dokter yang akan selalu ada di seluruh dunia.

Memilih antara Kedokteran atau Engineering

Antara Kedokteran vs Engineering, siswa harus mengukur keterampilan mereka dengan bijaksana dan teliti. Sebagai contoh, teknik menuntut pemahaman menyeluruh tentang dasar-dasar, keterampilan pengamatan, penalaran dan hasil kecerdasan yang tinggi. Sebagai perbandingan antara Kedokteran dan Engineering, jika memilih Engineering, siswa harus cermat dalam menggunakan seni Sains secara praktis dan efektif dan menghasilkan sesuatu yang berharga dan inovatif dari itu. Untuk menjadi seorang insinyur, kandidat harus memilih Fisika, Kimia dan Matematika setelah Kelas X.

Sebaliknya, untuk memasuki jurusan kedokteran, sangat penting bagi siswa untuk memiliki pengetahuan mendalam tentang semua mata pelajaran yang berkaitan dengan kedokteran dan cukup kompeten dalam bidang ini sejauh aspek praktis terkait Fisika, Kimia, dan Biologi harus dipilih setelah Kelas X. 

Tekanan orang tua dan lingkungan adalah alasan lain yang memengaruhi keputusan siswa. Perbandingan yang bijaksana dari kedua disiplin ilmu dengan mempertimbangkan parameter tertentu seperti hal diatas adalah cara yang tepat bagi siswa untuk memilih jalur yang terbaik bagi mereka. Calon perlu membandingkan kedua aliran berdasarkan harapan keuangan masing-masing, tantangan sosial dan kemudahan pendirian.

Terlepas dari ini, siswa yang mencintai kehidupan sosial mereka dan tidak dapat berkompromi dengannya dapat memilih untuk jurusan Engineering. Hal ini dikarenakan pekerjaan seorang insinyur biasanya terbatas hanya pada jam kantor. Sebaliknya, dokter harus mengorbankan kehidupan sosial mereka kadang-kadang ketika ada kasus serius yang harus mereka tangani.

Siswa harus memikirkan semua parameter ini sebelum memutuskan. Mengambil keputusan berdasarkan opini publik dan apa yang orang lain katakan tidak akan ada gunanya. Pada tahap yang sangat krusial, sangat penting bagi para calon untuk melakukan introspeksi, mendengarkan apa yang dikatakan suara batin mereka dan menganalisis kedua aliran dengan hati-hati untuk mengambil keputusan yang tepat. Hanya satu pemikiran, satu keputusan dan satu langkah yang dapat mengubah seluruh program profesional kehidupan siswa. Karena itulah disarankan agar para calon menggunakan kecerdasan mereka sendiri sambil mengambil keputusan yang mengubah hidup dan transformatif ini.

Jika Anda masih merasa bingung memutuskan salah satu diantara kedua jurusan tersebut, Education Counselor Golden Gate Education siap memberikan input dan pengarahan agar Anda bisa menentukan jurusan apa yang terbaik untuk Anda. Selain itu, kami juga akan merekomendasikan universitas-universitas yang tepat sesuai dengan rencana belajar Anda.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Jakarta Surabaya Bali Balikpapan Samarinda Pekanbaru Makassar Palu Manado Sorong